Pengertian Komunikasi Data
komunikasi
data adalah proses pengiriman dan penerimaan data/informasi dari dua
atau lebih device (alat : seperti komputer/laptop/printer/dan alat
komunikasi lain)yang terhubung dalam sebuah jaringan melalui beberapa
media. Media tersebut dapat berupa kabel coaksial, fiber optic (serat
optic), microware dan sebagainya. Baik lokal maupun yang luas, seperti
internet. Komunikasi data merupakan gabungan dari beberapa teknik
pengolahan data. Dimana telekomunikasi dapat diartikan segala kegiatan
yang berhubungan dengan penyaluran informasi dari satu titik ke titik
lain. Sedangkan pengolahan data adalah segala kegiatan yag berhubungan
dengan pengolahan data menjadi informasi yang berguna bagi user.
Dari keterangan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa data tersebut
merupakan bahan yang akan diolah menjadi suatu bentuk yang lebih berguna dan
lebih mempunyai arti. Sedangkan informasi adalah hasil pengolahan data atau
hasil proses dari data tersebut.
merupakan bahan yang akan diolah menjadi suatu bentuk yang lebih berguna dan
lebih mempunyai arti. Sedangkan informasi adalah hasil pengolahan data atau
hasil proses dari data tersebut.
Adapun tujuan dari komunikasi data adalah sebagai berikut :
1. Memunkinkan pengiriman data dalam jumalh besar efisien, tanpa kesalahan dan ekomis dari suatu tempat ketempat yang lain.
2. Memungkinkan penggunaan sistem komputer dan perlatan pendukung dari jarak jauh (remote computer use).
3. Memungkinkan
penggunaan komputer secara terpusat maupun secara tersebar sehingga
mendukung manajemen dalam hal kontrol, baik desentralisasi ataupu
sentralisasi.
4. Mempermudah kemungkinan pengelolaan dan pengaturan data yang ada dalam berbagai mcam sistem komputer.
5. Mengurangi waktu untuk pengelolaan data.
6. Mendapatkan da langsung dari sumbernya.
7. Mempercepat penyebarluasan informasi.
Model Komunikasi Data
Komunikasi data
berkaitan dengan pertukaran data diantara dua perangkat yang terhubuang
secara langsung yang memungkinkan adanya pertukaran data antar kedua
pihak.
Berikut beberapa tipe jaringan Komunikasi:
a. LAN (Local Area Network)
LAN
digunakan untuk menghubungkan komputer yang berada di dalam suatu area
yang kecil, misalnya di dalam suatu gedung perkantoran atau kampus.
Jarak antar komputer yang dihubungkan bias mencapai 5 sampai 10 km.
Suatu LAN biasnya bekerja pada kecepatan mulai 10 Mbps sampi 100 Mbps.
LAN menjadi populer karena memungkinkan banyak pengguna untuk memakai
sumber daya yang dapat digunakan itu misalnya suatu mainframe, file
server, printer, dan sebagainya.
b. MAN (Metropolitan Area Network)
MAN
merupakan suatu jaringan yang cakupannya meliputi suatu kota. MAN
menghubungkan LAN-LAN yang lokasinya berjauhan. Jangkauan MAN mencapai
10 km sampai beberapa ratus km. Suatu MAN biasanya bekerja pada
kecepatan 1,5 sampai 150 Mbps.
c. WAN (Wide Area Network)
WAN
dirancang untuk menghubungkan komputer-komputer yang terletak pada
suatu cakupan geografis yang luas,seperti hubungan dari suatu kota ke
kota yang lain didalm suatu Negara. Cakupan WAN bias meliputi 100 km
sampai 1.000 km, dan kecepatan antar kota bias bervariasi antara 1,5
Mbps sampai 2,4 Gbps. Dalam WAN, biaya untuk peralatan untuk transmisi
sangat tinggi,dan biasanya jaringan WAN dimiliki dan dioperasikan
sebagai suatu jaringan public.
d. GAN (Global Area Network)
GAN
merupakan suatau jarinagn yang menghubungkan Negara-negara diseluruh
dunia. Kecepatan GAN bervariasi mulai dari 1,5 Mbps sampai dengan 100
Gbps dan cakupannya mencakupi ribuan kilometer.
Jenis-Jenis Komunikasi Data
Secara umum jenis-jenis komunikasi data dibagi atau digolongkan menjadi dua macam yaitu :
Ø Infrakstruktur Terrestrial
Aksesnya
dengan menggunakan media kabel dan nirkabel. Untuk membangun
infrakstuktur terrestrial ini membutuhkan biaya yang tinggi, kapasitas
bandwitch yang terbatas, biaya yang tinggi dikarenakan dengan
menggunakan kabel tidak dipengaruhi oleh factor cuaca jadi sinyal yang
diguakan cukup kuat.
Ø Melalui satelit
Menggunakan
satelit sebagai aksesnya. Biasanya wilayah yang dicakup akses satelit
lebih luas dan mampu menjangkau lokasi yang tidak memungkinkan
dibangunnya infrastruktur terestrial namun membutuhkan waktu yang lama
untuk melangsungnkan proses komunikasi. Kelemahan lain dari komunikasi
via satelit adalah adanya gangguan yang disebabkan oleh radiasi
gelombang matahari (Sun Outage) dan yang paling parah terjadi setiap 11
tahun sekali.
Walaupun ada sistem komunikasi bergerak selular teresterial, sistem ini
hanya efisien untuk melayani daerah berpenduduk padat. Sistem selular
konvensional, secara ekonomis tidak memungkinkan untuk komunikasi bergerak
di daerah pedesaan, dimana kepadatan populasi dan kebutuhan akan komunikasi
hanya efisien untuk melayani daerah berpenduduk padat. Sistem selular
konvensional, secara ekonomis tidak memungkinkan untuk komunikasi bergerak
di daerah pedesaan, dimana kepadatan populasi dan kebutuhan akan komunikasi
bergerak
sangat rendah. Pemanfaatan sistem komunikasi satelit telah memberikan
kemampuan bagi manusia untuk berkomunikasi dan mendapatkan informasi
dari berbagai penjuru dunia secara simultan tanpa memperhatikan jarak .
Komponen dasar dari transmisi satelit adalah stasiun bumi, yang
digunakan untuk mengirim dan menerima data, satelit kadang-kadang
disebut transponder. Satelit menerima sinyal dari stasiun bumi
(up-link), memperkuatsinyal tersebut, mengubah frekuensi, dan
mentransmisikan kembali data kestasiun bumi penerima yang lain
(down-link). Bila perubahan dalam frekuensi terjadi maka up-link tidak
akan menganggu down-link. Dalam transmisi satelit, terjadi penundaan
atau delay, karena sinyal harus berjalan keluar ke ruang angkasa dan
kembali lagi ke bumi. Waktu delay biasanya adalah 0,5 detik. Ada juga
delay tambahan yang disebabkan oleh waktu yang dibutuhkan sinyal untuk
berjalan ke sepanjang stasiun bumi. Seperti telah dijelaskan sebelumnya,
satelit menggunakan frekuensi yang berbeda untuk menerima dan
mentransmisi. Jangkauan frekuensi adalah antara 4 sampai 6 GHz, yang
juga disebut C-band; 12 sampai 14 GHz disebut Ku-band dan 20 sampai 30
GHz. Bila nilai frekuensi turun, maka ukuran dish-antena yang dibutuhkan
untuk menerima dan mentransmisi sinyal harus bertambah besar. Ku-band
digunakan untuk mentransmisi program televisi antara jaringan dan
stasiun televisi perseorangan. Karena sinyal yang ada dalam Ku-band
mempunyai frekuensi yang lebih tinggi maka panjang gelombangnya
diperpendek. Hal ini memungkinkan stasiun penerima dan transmisi untuk
mengkonsentrasikan sinyal dan menggunakan dish-antena yang lebih kecil
Keamanan merupakan masalah bagi komunikasi satelit, sebab sangat mudah
untuk menangkap transmisinya, karena ia berjalan melalui udara terbuka.
Dalam beberapa hal, pengurai (scrambler) digunakan untuk mendistorsi
sinyal sebelum ia dikirimkan ke satelit dan penyusun (descrambler) yang
ada pada stasiun penerima digunakan untuk menghasilkan kembali sinyal
asli
System Komunikasi Data
Ø System komunikasi offline
System
komunikasi offline adalah proses pengiriman data dengan menggunakan
telekomunikasi ke pusat pengolahan data tetapi akan diproses dulu oleh
terminal kemudian dengan menggunakan modem dikirim melalui
telekomunikasi dan langsung dip roses oleh CPU data disimpan pada
disket, magnetik tape dan lain-lain, Peralatan yang diperlukan yaitu:
1. Terminal
Merupakan
suatu 1/0 device untuk mengirim data dan menerima data jarak jauh
dengan fasilitas telekomunikasi. Peralatan terminal adalah magnetic tape
unit, disk dirivepaper tape.
2. Jalur komunikasi
Jalurnya merupakan fasilitas komunikasi seperti telepon, telegraf, telex dll.
3. Modem
Suatu alat yang mengalihkan data dari system kode digital kedalam system kode analog.
Selain beberapa jenis komunikasi seperti yang dijelaskan diatas masih terdpat jenis-jenis yang lainnya yaitu:
Komunikasi
data terdiri dari komunikasi data analog dan digital. Komunikasi data
analog contohnya adalah telepon umum – PSTN (Public Switched Telepohone
Network). Komunikasi data digital contohnya adalah komunikasi yang
terjadi pada komputer. Dalam komputer, data-data diolah secara digital.
VoIP (Voice over Internet Protocol) merupakan teknik komunikasi suara
melalui jaringan internet. Suara yang merupakan data analog diubah
menajdi data digital oleh decoder.data digital tersebut di-compress dan
di-transmit melalui jaringan IP. Oleh karena data dikirimkan melalui IP,
maka data dikirimkan secara ‘Switcing Packet’ yaitu data dipecah
menjadi paket-paket. Informasi dibagi-bagi dalam paket yang panjangnya
tertentu kemudian tiap paket dikirimkan secara individual. Paket data
mengandung alamat sehingga dapat dikirimkan ke tujuan dengan benar.
Dalam VoIP, terdapat berbagai protokol yang digunakan diantaranya
protokol H.323 yang merupakan protokol standar untuk komunikasi
multimedia seperti audio, video dan data real time melalui jaringan
berbasis paket seperti Internet Protocol (IP). Protokol H.323 mempunyai
komponen seperi terminal, gateway, gatekeeper dan MCU (Multipoint
Control Unit). Dalam komunikasi data pada VoIP, secara diagramnya
terdiri atas sumber, voice coder serta jaringan internet. Voice coder
merupakan pengkonversi suara dari data analog menjadi digital. Dalam
voip ini masih memiliki kelemahankelemahan seperti delay yang masih
cukup tinggi dibandingkan dengan telepon biasa (PSTN). Diharapkan dalam
perkembangannya, VoIP dapat meiliki perkembangan yang baik seperti delay
yang diperkecil, sehingga dapat diambil keuntungannya yaitu komunikasi
lebih murah terutama untuk komunikasi jarak jauh atau interlokal.
Ø System Komunikasi Online
Data yang dikirim melalui terminal computer bisa langsung diperoleh dan diproses oleh computer.
Sitem
komunikasi on line ini memungkinkan untuk mengirimkan data ke pusat
computer, diproses satu pusat computer. Perusahaan yang pertama
mempelopori yaitu American Airlines berlaku komunikasi dua arah.
Merupakan komunikasi data degan kecepatan tinggi. Sistm ini memerlukan
suatu teknik dalam hal system disain dan pemrograman karena pusat
computer dibutuhkan suatu bank data atau database.
Time sharing system
Tekhnik
online system oleh beberapa pemakai secara bergantian menurut waktu
yang diperlukan pemakai karena perkembangan proses CPU lebihcepat
sedangkan input dan output tidak dapat mngimbangi.
Distributed data processing system
Merupakan
system yang sering digunakan sekarang sebagai perkembangan dari time
sharing system. Sebagai system dapat didefinisikan sebagai system
computer interaktf secara geogrfis dan dengan jalur komunikasi dan mampu
memproses data dengan computer lain dalam suatu system.
Transmisi Data
Ø Line Configuration (Konfigurasi Jalur)
Line
configuration mengacu pada bagaimana dua piranti terhubung pada suatu
jalur/link. Jalur/link adalah saluran komunikasi fisik yang
mentransmisikan data dari satu piranti ke piranti lainnya. Bayangkan
saat anda harus melewati jalan raya untuk mencapai tujuan dari rumah
anda. Jalan yang anda lewati dapat dianalogikan sebagai jalur/link dalam
komunikasi data.
Point to Point
Suatu
konfigurasi point to point menyediakan jalur tertentu antara dua
piranti. Seluruh kapasitas jalur tersebut didedikasikan untuk transmisi
antara dua piranti tersebut. Misalnya saat anda merubah saluran TV
menggunakan gelombang infrared dari remote control, anda menggunakan
konfigurasi point to point antara remote control dan system kontrol
televisi.
Multipoint
Multipoint
Yaitu saat lebih dari satu piranti berbagi jalur yang sama.
Duplexity
Duplexity
mengacu kepada arah dari aliran sinyal antara dua piranti yang saling
berhubungan. Ada dua mode transmisi yaitu half-duplex dan full-duplex.
1. Half Duplex
Dalam
mode half-duplex tiap piranti dapat mengirim dan menerima data, tapi
tidak pada waktu yang sama. Saat suatu piranti mengirim, piranti yang
lain dapata menerima dan begitu pula sebaliknya.
Mode half-duplex adalah seperti suatu jalan sempit 2 arah.
Saat suatu mobil sedang melewatinya, mobil dari arah yang berlawanan
harus menunggu. Pada half-duplex semua kapasitas saluran digunakan oleh
salah satu piranti yang sedang mengirimkan data. Contoh sistem
half-duplex misalnya walkie-talkie.
2. Full Duplex
2. Full Duplex
Pada full-duplex setiap piranti dapat mengirim dan menerima data secara bersamaan. Analoginya adalah jalan lebar 2arah.
Kendaraan dari 2 arah yang berlawanan dapat lewat pada saat yang sama.
Pada mode ini, sinyal menuju arah yang berlawanan saling berbagi
kapasitas jalur. Contoh sistem full-duplex adalah jalur telepon. Saat
menggunakan telepon kita dapat berbicara dan mendengarkan pada saat yang
bersamaan.
Multiplexing
Saat
kapasitas transmisi (yaitu bandwidth a.ka. jumlah bit yang dapat
dikirim per detik) dari suatu media yang menghubungkan dua piranti lebih
besar dari yang dibutuhkan, jalur tersebut dapat digunakan bersama.
Bayangkan suatu saluran air yang dapat membawa volume air untuk
dibagikan ke banyak pelanggan pada satu waktu. Multiplexing adalah suatu
cara yang digunakan untuk melakukan transmisi lebih dari satu sinyal
secara bersamaan melewati satu jalur data.
Media Dalam Proses Komunikasi Data
Ø Media Nirkabel
Jaringan
lokal nirkabel atau WLAN adalah suatu jaringan area lokal nirkabel yang
menggunakan gelombang radio sebagai media tranmisinya: link terakhir
yang digunakan adalah nirkabel, untuk memberi sebuah koneksi jaringan ke
seluruh pengguna dalam area sekitar. Area dapat berjarak dari ruangan
tunggal ke seluruh kampus. Tulang punggung jaringan biasanya menggunakan
kable, dengan satu atau lebih titik akses jaringan menyambungkan
pengguna nirkabel ke jaringan berkabel.
LAN
nirkabel adalah suatu jaringan nirkabel yang menggunakan frekuensi
radio untuk komunikasi antara perangkat komputer dan akhirnya titik
akses yang merupakan dasar dari transiver radio dua arah yang tipikalnya
bekerja di bandwith 2,4 GHz (802.11b, 802.11g) atau 5 GHz (802.11a).
Kebanyakan peralatan mempunyai kualifikasi Wi-Fi, IEEE 802.11b atau
akomodasi IEEE 802.11g dan menawarkan beberapa level keamanan seperti
WEP dan atau WPA.
Telepon
genggam juga tidak luput dari perkembangan, dimulai dari Advanced
Mobile Phone Services (AMPS) menjadi generasi pertama (1G) yang
diciptakan dan diujicobakan di awal tahun 1980an. AMPS merupakan
teknologi yang ditujukan untuk layanan telepon selular karena
menggunakan energi yang lebih sedikit, akses lebih cepat, dan
menggunakan kembali frekuensi pada bandwidth yang sesuai. Untuk base
stasion receiving AMPS bekerja di frekuensi 800 MHz, 821 – 849 MHz
sedangkan base station transmitting pada 869 – 894 MHZ. Namun sayang,
para ahli tidak memperkirakan permintaan pasar yang tinggi terhadap
teknologi ini. Pengguna semakin banyak namun frekuensi tidak dapat
bertambah, akibatnya banyak pengguna yang kesulitan mendapatkan sinyal
dan malah selalu mendapat sinyal sibuk terutama di daerah metropolitan
karena AMPS masih menggunakan teknologi analog.
Selanjutnya
berkembang frequency division multiple access (FDMA) yang menggunakan
teknologi akses ganda (multiple acsess technologies) dimana membagi
spektrum gelombang sehingga masing-masing pengguna diberikan frekuensi
tertentu. FDMA memang fungsional dalam teknologi telepon seluler tapi
dianggap tidak efisien dalam menggunakan spektrum karena satu pengguna
memakan satu slot frekuensi selama melakukan panggilan. Selanjutnya FDMA
lebih digunakan dalam gelombang mikro dan transmisi satelit saja dan
digantikan oleh teknologi TDMA (Time Division Multiple Access) yang
dapat menggunakan frekuensi yang lebih besar. Pengguna dipisahkan
berdasarkan waktu panggilan. Jika dalam FDMA spektrum gelombang dibagi
ke dalam kanal-kanal frekuensi yang di setiap kanal dibagi lagi menjadi
slot waktu sekitar 10 m/s. Di TDMA, data dari setiap hubungan komunikasi
itu akan diubah ke dalam format digital lalu data cuplikan tersebut
mendapat slot waktu pengiriman pada kanal sekitar 30 m/s. Dengan
kemampuan ini, TDMA dapat melayani pengguna tiga sampai lima kali lipat
lebih banyak daripada FDMA. TDMA biasanya digunakan pada jaringan GSM
(Global System for Mobile Communication) dimana penggunanya dapat
bepergian dari satu negara ke negara lainnya tanpa khawatir mengalami
masalah koneksi telepon seluler.
Meskipun
GSM sebenarnya dianggap sudah canggih namun, ada kesenjangan antara
Eropa dan Amerika dalam mengembangkan aplikasi nirkabel. Amerika Serikat
tidak ingin mengaplikasikan GSM karena sindrom NIH (not invented here).
Semakin berkembang lagi, dikenal istilah General Packet Radio Service
atau GPRS yang memungkinkan pengiriman dan penerimaan data lebih cepat
dan bandwidth yang besar daripada teknologi Circuit Switch Data atau CSD
dengan biaya yang lebih murah. GPRS berbasis pada GSM dan menyediakan
konektivitas internet dari telepon seluler. Komponen-komponen utama
jaringan GPRS adalah GGSN yang menghubungkan jaringan GSM ke jaringan
internet, SGSN sebagai penghubung jaringan BSS/BTS ke jaringan GPRS
serta PCU yaitu komponen di level BSS yang menghubungkan terminal ke
jaringan GPRS
EDGE atau Enhanced Data rates for GSM Environment, adalah teknologi pengembangan dari teknologi GSM dan GPRS. Dari segi jaringan intinya, EDGE dan GPRS menggunakan peralatan dan protokol yang sama namun, hanya berbeda dari segi radio aksesnya saja. Teknologi ini menyampaikan data dengan cepat, berkisar sampai 384 kbps dan menawarkan bandwidth yang berbeda sesuai dengan permintaan.
EDGE atau Enhanced Data rates for GSM Environment, adalah teknologi pengembangan dari teknologi GSM dan GPRS. Dari segi jaringan intinya, EDGE dan GPRS menggunakan peralatan dan protokol yang sama namun, hanya berbeda dari segi radio aksesnya saja. Teknologi ini menyampaikan data dengan cepat, berkisar sampai 384 kbps dan menawarkan bandwidth yang berbeda sesuai dengan permintaan.
Di
sisi lain, teknologi akses ganda yang dianggap paling canggih saat ini
adalah code division multiple access (CDMA) yang dikembangkan oleh
Qualcomm. Awalnya dirancang untuk alat komunikasi kemiliteran seperti
untuk komunikasi yang aman dan rahasia di medan perang. Prinsip dari
CDMA adalah meskipun pengguna berada dalam segmen waktu dan frekuensi
yang sama (tidak dibagi ke dalam kanal), namun setiap pengguna dibedakan
dengan kode-kode orthogonal tertentu yang sifatnya untik dan khas.
Diibaratkan kita berada dalam keramaian dimana semua orang berbicara
dalam waktu yang sama. Namun hanya kita dan teman kita saja yang
bahasanya sama, jadi kita tetap dapat leluasa berbicara tanpa merasa
terganggu dengan keramaian yang ada. Dengan kata lain, pengguna CDMA
hanya dapat menerima sinyal dari orang yang dituju. CDMA memiliki
kapasitas pengguna lima sampai tujuh kali lebih besar daripada TDMA dan
dua puluh lima kali lebih besar daripada FDMA dengan bandwidth yang
sama.
Time
Division Synchronous Code Division Multiple Access (TD SCDMA) adalah
teknologi yang berbasis 3G. Yang membedakan TD SCDMA dengan CDMA yang
lain adalah penggunaan time division duplexing (TDD) – teknologi yang
memungkinkan pengguna melakukan pertukaran informasi di dalam frekuensi
yang sama. Sedangkan 3G CDMA menggunakan frequency division duplexing
(FDD), yang menuntut penggunaan dua frekuensi yang berbeda ketika
bertukar data. TDD dianggap lebih efisien dalam menanggulangi kecepatan
data yang berubah-ubah atau tidak konstan. Namun di lain pihak FFF
memiliki efisiensi dalam lalu lintas data yang konstan dan memerlukan
tenaga yang lebih sedikit.
High-Speed
Packet Downlink Access atau HSPDA adalah protokol telepon seluler yang
merupakan pengembangan teknologi 3,5G. Dengan teknologi ini, penggunan
mampu mengakses internet dengan lebih cepat sehingga setara seperti jika
kita menggunakan Asynchronous Digital Subscriber Line (ADSL) untuk
internet di rumah. Teknologi ini juga mampu menanggulangi kemacetan atau
kepadatan saat pengunduhan data yang dapat memperlambat konektivitas.
Selain itu, berbagai aplikasi interaktif (dynamic application) dapat
dijalankan tanpa hambatan serta mampu meningkatkan kapasitas sistem
tanpa perlu menambah frekuensi sehingga mengurangi biaya.
MTSO atau Mobile Telephone Switching Office adalah pusat dari mobile switching (pemindahan dari mobile ke landline atau unit nirkabel lainnya yang melibatkan sistem dan koneksi nirkabel yang sangat kompleks yaitu Field monitoring dan relay stations yang digunakan sebagai pemindah panggilan dari/ke cell site dengan PSTN (Public Switch Telephone Network). Di dalam MTSO terdapat MSC (Mobile Switching Center) yang dapat mengendalikan perpindahan jaringan tersebut. MSC mengirimkan Mobile Base Station (MBSs) dan akan dikirimkan melalui Public Switched Telephone Network (PSTN). MBSs inilah yang bertanggung jawab agar pesan dapat diterima melalui teknologi TDMA dan GSM yang digunakan oleh pengguna. MSC ini mengontrol panggilan, billing, dan lokasi pelanggan cell site dengan sistem antena. Selain itu MSC juga berfungsi sebagai penghubung antara satu jaringan GSM dengan jaringan lainnya melalui Internetworking Function (IWF). Mobile Switching dilengkapi dengan HLR (Home Location Register) sebagai penyimpan semua informasi/data mengenai pelanggan tetap, VLR (Visitor Location Register) untuk menyimpan informasi/data pelanggan saat melakukan roaming dan AuC (Authentication Center) untuk menyimpan semua informasi terkait keabsahan pelanggan, serta EIR (Equiptment Identity Register) untuk menyimpan nomor identitas pelanggan.
MTSO atau Mobile Telephone Switching Office adalah pusat dari mobile switching (pemindahan dari mobile ke landline atau unit nirkabel lainnya yang melibatkan sistem dan koneksi nirkabel yang sangat kompleks yaitu Field monitoring dan relay stations yang digunakan sebagai pemindah panggilan dari/ke cell site dengan PSTN (Public Switch Telephone Network). Di dalam MTSO terdapat MSC (Mobile Switching Center) yang dapat mengendalikan perpindahan jaringan tersebut. MSC mengirimkan Mobile Base Station (MBSs) dan akan dikirimkan melalui Public Switched Telephone Network (PSTN). MBSs inilah yang bertanggung jawab agar pesan dapat diterima melalui teknologi TDMA dan GSM yang digunakan oleh pengguna. MSC ini mengontrol panggilan, billing, dan lokasi pelanggan cell site dengan sistem antena. Selain itu MSC juga berfungsi sebagai penghubung antara satu jaringan GSM dengan jaringan lainnya melalui Internetworking Function (IWF). Mobile Switching dilengkapi dengan HLR (Home Location Register) sebagai penyimpan semua informasi/data mengenai pelanggan tetap, VLR (Visitor Location Register) untuk menyimpan informasi/data pelanggan saat melakukan roaming dan AuC (Authentication Center) untuk menyimpan semua informasi terkait keabsahan pelanggan, serta EIR (Equiptment Identity Register) untuk menyimpan nomor identitas pelanggan.
Antena
merupakan elemen sirkuit yang pada saat transmisi dapat merubah sinyal
menjadi gelombang radio untuk mengumpulkan energi elektromagnetik
sehingga dapat diterima menjadi rangkaian kode tertentu. Empat aspek
yang dimiliki antena yaitu Reciprocity – semua antena sifatnya sama
meski digunakan untuk menerima ataupun mengirim energi elektromagnetik;
Polarization : antena penerima dan pengirim mempunyai polarisasi yang
sama; Radiation Field – tercipta di sekeliling antena dan memengaruhi
transmisi sinyal; Antenna Gain – banyaknya kekuatan antena untuk
menerima energi elektromagnetik.
Smart
Antenna adalah kombinasi beberapa elemen antena dengan kemampuan
pengolahan sinyal yang dapat mencari sendiri frekuensi yang diinginkan.
Antenna gain diperbesar sehingga frekuensi yang diserap dapat maksimal.
Contohnya sistem radar untuk pelacakan sasaran. Hal utama yang
menjadikan suatu sistem antena menjadi smart, adalah kemampuannya untuk
mengestimasi sudut kedatangan sinyal atau Angel of Arrival (AOA). Biaya
yang digunakan menjadi lebih efisien karena rendahnya konsumsi kekuatan
dalam amplifier dan mempunyai reliabilitas tinggi. Smart antennas
memisahkan pengguna dengan Space Division Multiple Access (SDMA) atau
pemisahan ruang. Dua kategori smart antennas, yaitu Switched Lobe (SL)
yang berbentuk beams ganda, dan Adaptive Array (AA) yang melacak
berbagai tipe sinyal yang meminimalisir interferensi dan memaksimalisasi
penerimaan sinyal yang diinginkan. Fitur yang menonjol dalam smart
antennas adalah signal gain, interference rejection, spatial diversity,
power efficiency.
Microwave
Signals merupakan sinyal yang dipergunakan dalam teknologi satelit
serta memiliki bandwidth yang sangat besar. Radio dan televisi merupakan
contoh pemanfaatan teknologi ini. Namun, dengan kapasitasnya yang
sangat besar seringkali terjadi overload (penumpukan) frekuensi. Selain
itu, sulitnya peralatan, mudah terkena gangguan cuaca terutama pada saat
hujan deras/absorpsi hujan, distorsi, pemudaran pada peralatan,
distorsi dan pemudaran menjadi rintangan teknologi ini. Komponen dari
sistem gelombang mikro ini adalah modem digital, unit RF, dan antenna.
Modem digital memodulasi sinyal informasi menjadi unit RF yang kemudian
meneruskan sinyal tersebut ke antena. Engineering Issues for Microwave
Signaling adalah isu terkait dengan gelombang mikro, yaitu keragaman
ruang, keragaman frekuensi, hot standby, dan koneksi PRI yang harus
dipertimbangkan dalam penempatan gelombang mikro.
Saat
ini dikenal istilah 4G yang akan menggantikan posisi 3G dan 3,5G karena
dianggap lebih efisien. 4G dilengkapi dengan teknologi software-defined
radio (SDR) receiver, Orthogonal frequency division multiplexing access
(OFDMA), dan teknologi Multiple-Input at Multiple-Output (MIMO).
Kelebihannya terdapat pada tingkat transmisi yang lebih cepat dan
protokol data yang lebih banyak bahkan bisa mengangkut data sepuluh
sampai limapuluh kali lebih banyak dari 3G. Namun teknologi ini masih
belum dapat terealisasikan mengingat provider harus menyediakan layanan
dengan kapasitas yang tinggi pula. Selain itu, teknologi ini mengalami
hambatan dalam hal harga, akses universal, dan kecepatan.
Setelah
munculnya 4G yang dengan yakin diperkirakan akan menggantikan 3G dan
3,5G apakah akan ada lagi generasi-generasi wireless lagi yang lebih
canggih dan mampu menghilangkan kelemahan-kelemahan dari teknologi
wireless yang ada sebelumnya.
Wireless
atau dalam bahasa indonesia disebut nirkabel, adalah teknologi yang
menghubungkan dua piranti untuk bertukar data tanpa media kabel. Data
dipertukarkan melalui media gelombang cahaya tertentu (seperti teknologi
infra merah pada remote TV) atau gelombang radio (seperti bluetooth
pada komputer dan ponsel)dengan frekuensi tertentu.Media wireless yang tidak kasat mata ini menawarkan cukup banyak keuntungan bagi penggunanya, diantaranya :
a. Meningkatkan produktifitas
Jaringan
WLAN sangat mudah untuk di implementasikan, sangat rapi dalam hal
fisiknya yang dapat meneruskan inforasi tanpa seutas kabe lpun, sangat
fleksibel karena bisa diimplementasikan hamper di semua lokasi dan kapan
saja, dan yang menggunakanya pun tidak terikat di satu tempat saja.
Dengan semua factor yang ada ini, para penggunanya tentu dapat melakukan
pekerjaan dengan lebih mudah akibatnya pekerjaan jadi cepat dilakukan,
tiak membutuhkan waktu yang lama hanya karena masalah – masalah fisikal
jarigan dari PC yang mereka gunakan. Berdasarkan factor inilah, wireless
LAN tentunyadapat secara tidak langsung menigkatkan produktifitas dari
para penggunanya cukup banyak factor penghambat yang ada dalam jaringan
kabel yang dapat dihilangkan jika anda menggunakn medi ini. Meningkatnya
produktivitas kerja para karyawannya, tetu akan sangat bermanfaat bagi
perushaan tempat mereka bekerja.
b. Cepat dan sederhana implementasinya.
Implementasi
jaringan WLAN terbilang mudah dan sederhana. Mudah karena anda hanya
perlu memiliki sebuah perangkat penerima pemancar untuk membangun sebuah
jaringan wireless. Setelah memilikinya, konfigurasi sedikit anda siap
menggunakan sebuah jaringan komunikasi data bau dalam lokasi anda.
Namun, tidak sesederhana itu jika anda menggunakan media kabel.
c. Fleksibel
Media
Wireless LAN dapat menghubungkan anda dengan jairngan pada
tempat-tempat yang tidak bisa diwujudkan oleh media kabel. Jadi
fleksibilitas media wireless ini benar-benar tinggi karena anda bisa
memasang dan menggunakannya dimana saja dan kapan saja, misalnya di pest
ataman, di ruangan meeting darurat dan banyak lagi.
d. Dapat mengurangi biaya investasi.
Wireless
LAN sangat cocok bagi anda yang ingin menghemat biaya yang akan
dikeluarkan untuk membangun sebuah jaringan komunikasi data. Tanpa kabel
berarti juga tanpa biaya, termasuk biaya termasuk biaya kabelnya
sendiri, biaya penarikan, biaya perawatan, dan masih banyak lagi.
Apalagi jika anda membangun LAN yang sering berubah-ubah, tentu biaya
yang anda keluarkan akan semakin tinggi jika menggnakan kabel.
e. Skalabilitas
Dengan
menggunakan media wireless LAN, ekspansi jaringan dan konfigurasi ulang
terhadap sebuah jaringan tidak akan rumit untuk dilakukan seperti
halnya dengan jaringan kabel. Disinilah nilai skalabilitas jaringan WLAN
cukup terasa.
Kekurangan teknologi ini adalah kemungkinan interferensi terhadap sesama hubungan nirkabel pada piranti lainnya.
Ø Media Kabel
Media
kabel lebih baik dari media nirkabel, karena media kabel mampu membawa
data dalam jumlah besar tanpa terganggu oleh cuaca, sehingga
menghasilkan komunikasi data yang cepat, Contoh: penggunaan transmisi
kabel sebagai Backbone yang menghubungkan komunikasi data/Internet antar
sebuah pulau, negara di seluruh dunia. Dalam hal ini media nirkabel
tidak bisa digunakan, karena kondisi geofrafis bumi yang tidak
memungkinkan, seperti cuaca, ombak, air pasang, angin, dll.
1. Twisted Pair (kabel dua kawat)
Media Transmisi Twisted Pair dikelompokkan menjadi 2 jenis : UTP (Unsheilded Twisted Pair) dan STP (Shielded Twisted Pair).
1. Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)
Unshielded
twisted-pair (disingkat UTP) adalah sebuah jenis kabel jaringan yang
menggunakan bahan dasar tembaga, yang tidak dilengkapi dengan shield
internal seperti kabel STP. UTP merupakan jenis kabel yang paling umum
yang sering digunakan di dalam jaringan lokal (LAN), karena memang
harganya yang murah, fleksibel dan kinerja yang ditunjukkannya relatif
bagus. Dalam kabel UTP, terdapat pelindung satu lapis yang melindungi
kabel dari ketegangan fisik atau kerusakan tapi, tidak seperti kabel
Shielded Twisted-pair (STP), pelindung tersebut tidak melindungi kabel
dari interferensi elektromagnetik.
Kabel
UTP dikelompokan menjadi beberapa kategori, mulai kategori 1 sampai 7,
masing-masing dengan karakteristik tertentu. Secara singkat
kategori-kategori tersebut adalah sebagai berikut.
a. Category 1: dengan kualitas suara analog sebelumnya dipakai untuk POST (Plain Old Telephone Service) telephone dan ISDN.
b. Category 2: dengan Transmisi suara digital hingga 4 megabit per detik dipakai untuk token ring network dengan bw 4mbps
c.
Category 3: dengan transmisi data digital hingga 10 megabit per detik
dipakai untuk data network dengan frequensi up to 16Mhz dan lebih
populer untuk pemakaian 10mbps
d.
Category 4: dengan transmisi data digital hingga 16 megabit per detik
frequensi up to 20Mhz dan sering dipakai untuk 16mbps token ring
network.
e.
Category 5: dengan transmisi data digital hingga 100 megabit per detik
Frequensi up to 100Mhz dan biasa dipakai untuk network dengan kecepatan
100Mbps tetap kemungkinan tidak cocok untuk gigabyte ethernet network.
f.
Category 5e: transmisi data digital hingga 250 megabit per detik
Frequensi dan kecepatan sama dengan cat-5 tetapi lebih support gigabyte
ethernet network.
g. Category 6: Memiliki kecepatan up to 250Mbps atau lebih dari dua kali cat-5 dan cat-5e
h. Category 6a: Kabel masa depan untuk kecepatan up to 10Gbps
i. Category 7: di design untuk bekerja pada frequensi up to 600Mhz.
2. Kabel STP (Shielded Twisted Pair)
Shielded
Twisted Pair/STP adalah kabel tembaga yang memiliki pembungkus pada
masing-masing pasangan kabelnya. Pelindung tersebut terdapat pada setiap
pasang kabelnya yang dilindungi oleh timah dan setiap pasang kabel
tersebut masing-masing dilapisi dengan pelindung. Kabel ini sama dengan
UTP, perbedaannya hanya dilapisan pelindungnya, lapisan pelindung
tersebut berfungsi untuk melindungi dari interferensi gelombang
elektromagnetik baik dari dari dalam maupun dari luar.
3. kabel koaksial (Coaxial Cable)
Kabel
Koaksial adalah media penyalur atau transmitor yang bertugas
menyalurkan setiap informasi yang telah diubah menjadi sinyal – sinyal
listrik. Kabel ini memiliki kemampuan yang besar dalam menyalurkan
bidang frekuensi yang lebar, sehingga sanggup mentransmisi kelompok
kanal frekuensi percakapan atau program televisi. Kabel koaksial
biasanya digunakan untuk saluran interlokal yang berjarak relatif dekat
yakni dengan jarak maksimum 2.000 km. Kabel jenis ini mempunyai
kemampuan dalam menyalurkan sinyal – sinyal listrik yang lebih besar
dibandingkan saluran transmisi dari kawat biasa. Selain itu kabel
koaksial memiliki ketahanan arus yang semakin kecil pada frekuensi yang
lebih tinggi. Perambatan energi elektromagnetiknya dibatasi dalam pipa
dan juga sekat dari pengaruh interfensi atau gangguan percakapan silang
luar karena bentuknya yang sedemikan rupa.
Dari
sisi ekonomi, sistem penyaluran informasi menggunakan kabel ini
memiliki kelemahan yakni dalam hal investasi dan biaya pemeliharaan yang
mahal.
Kabel Coaxial dikelompokan menjadi beberapa tipe sebagai berikut:
a. Kabel Coaxial Thinnet ( Kabel RG-58 )
Kabel
Coaxial Thinnet atau Kabel RG-58 disebut juga thin coaxial merupakan
kabel yang menggunakan satu penghantar luar. Diameter kabel sebesar 5
milimeter. Atau kabel ini biasa disebut dengan kabel BNC (British Naval
Connector), dimana BNC adalah nama konektor yang dipakai, bukan nama
kabelnya.
b. Kabel Coaxial Thicknet ( Kabel RG-8 )
Kabel
Coaxial Thicknet atau Kabel RG-8 disebut juga thick coaxial merupakan
kabel yang menggunakan dua penghantar luar, sehingga kabel ini cukup
tebal. Diameter kabel sebesar 10 milimeter. Biasanya dipakai untuk
instalasi antar gedung, Spesifikasi kabel ini sama dengan dengan Kabel
Coaxial Thinnet, hanya bentuk fisiknya lebih besar. Karena lebih besar,
kabel ini dapat menampung data yang lebih banyak sehingga cocok untuk
instalasi sebagai backbone jaringan.
4. kabel serat optic (Optic Fiber)
Secara
garis besar kabel serat optik terdiri dari 2 bagian utama, yaitu
cladding dan core. Cladding adalah selubung dari inti (core). Cladding
mempunyai indek bias lebih rendah dari pada core akan memantulkan
kembali cahaya yang mengarah keluar dari core kembali kedalam core lagi.
Dalam aplikasinya serat optik biasanya diselubungi oleh lapisan resin
yang disebut dengan jacket, biasanya berbahan plastik. Lapisan ini dapat
menambah kekuatan untuk kabel serat optik, walaupun tidak memberikan
peningkatan terhadap sifat gelombang pandu optik pada kabel tersebut.
Namun lapisan resin ini dapat menyerap cahaya dan mencegah kemungkinan
terjadinya kebocoran cahaya yang keluar dari selubung inti. Serta hal
ini dapat juga mengurangi cakap silang (cross talk) yang mungkin
terjadi.
Manfaat Komunikasi Data
Beberapa manfaat dari komunikasi data diantaranya adalah sebagai berikut:
· Memungkinkan pengiriman data dalam jumlah besar efisien tanpa kesalahan dan ekonomis dari suatu tempat ke tempat yang lain.
· Memunginkan
penggunaan sistem komputer dan peralatan pendukung dari jarak jauh
(remote computer use). Contohnya: seperti yang Bapak lakukan pada saat
mengajar di kelas, yaitu tanpa menggunakan kabel interface dapat
langsung menghubungkan antara projector dengan Laptop yang kita gunakan.
· Memungkinkan
penggunaan komputer secara terpusat maupun secara tersebar sehingga
mendukung manajemen dalam hal kontrol, baik desentralisasi ataupun
sentralisasi.
· Mempermudah kemungkinan pengelolaan dan pengaturan data yang ada dalam berbagai macam sistem komputer.
· Mengurangi waktu untuk pengelolaan data.
· Mendapatkan data langsung dari sumbernya.
· Mempercepat perluasan informasi.
KESIMPULAN
komunikasi
data adalah proses pengiriman dan penerimaan data/informasi dari dua
atau lebih device (alat,seperti komputer/laptop/printer/dan alat
komunikasi lain)yang terhubung dalam sebuah jaringan melalui beberapa
media
komunikasi data memiliki beberapa tujuan diantaranya yaitu,memunkinkan
pengiriman data dalam jumalh besar efisien, tanpa kesalahan dan ekomis
dari suatu tempat ketempat yang lain.Memungkinkan penggunaan sistem komputer
dan perlatan pendukung dari jarak jauh (remote computer
use).Memungkinkan penggunaan komputer secara terpusat maupun secara
tersebar sehingga mendukung manajemen dalam hal kontrol, baik
desentralisasi ataupu sentralisasi.Mempermudah kemungkinan pengelolaan
dan pengaturan data yang ada dalam berbagai mcam sistem
komputer.Mengurangi waktu untuk pengelolaan data.Mendapatkan da langsung
dari sumbernya.Mempercepat penyebarluasan informasi.
Komunikasi
data juga terbagi ke dalam beberapa jenis diantaranya secara
terestrial, dan satelit. Ada juga melalui komunikasi offline dan
komunikasi online. Sedangkan menurut jenis datanya yaitu komunikasi data
analog dan komunikasi data digital
Media
dalam komunikasi data yang sering digunakan yaitu kabel, wireless atau
wifi, bloetooth, dll. Namun sekarang ada media yang lebih cepat dan
efisien yaitu media fiber optik, dengan media ini proses transmisi data
lebih cepat dan lebih efisien di banding menggunakan komunikasi data
yang lain. Adapun manfaat komunikasi data diantaranta yaitu Memungkinkan
pengiriman data dalam jumlah besar efisien tanpa kesalahan dan ekonomis
dari suatu tempat ke tempat yang lain.Memunginkan penggunaan sistem
komputer dan peralatan pendukung dari jarak jauh (remote computer use).
Contohnya: seperti yang Bapak lakukan pada saat mengajar di kelas, yaitu
tanpa menggunakan kabel interface dapat langsung menghubungkan antara
projector dengan Laptop yang kita gunakan.Memungkinkan penggunaan
komputer secara terpusat maupun secara tersebar sehingga mendukung
manajemen dalam hal kontrol, baik desentralisasi ataupun
sentralisasi.Mempermudah kemungkinan pengelolaan dan pengaturan data
yang ada dalam berbagai macam sistem komputer.Mengurangi waktu untuk
pengelolaan data.Mendapatkan data langsung dari sumbernya.Mempercepat
perluasan informasi.
EmoticonEmoticon